Framework javascript & PHP
PHP& JS FRAMEWORK
A. PENGERTIAN
apa itu PHP?
Hypertext Preprocessor atau PHP adalah bahasa penulisan skrip open-source yang banyak digunakan dalam pemrograman atau pengembangan website (web development). Bahasa ini umumnya dijalankan dalam komunikasi sisi server, dan saat ini didukung oleh hampir semua sistem.
apa itu framework?
B. JENIS-JENIS FRAMEWORK
jenis framework itu apa aja sih?
A. AngularJS
apa itu AngularJS?
Singkatnya,AngularJS adalah framework software open-source yang digunakan untuk membuat aplikasi single-page berbasis website. Framework ini juga cukup populer bagi para developer untuk membuat menu animasi di laman web HTML.
Sebenarnya, sebelum era framework ini, ada banyak cara untuk membuat laman web dinamis. Namun, metode tersebut tidak semudah dan senyaman framework Angular JS.
AngularJS menggunakan arsitektur Model-View-Controller (MVC) yang digunakan dalam pengembangan aplikasi berbasis web.
B. ReactJS
apa itu ReactJS?
ReactJS atau React adalah library JavaScript populer buatan Facebook yang digunakan dalam proses pengembangan aplikasi mobile dan web. React berisi kumpulan snippet kode JavaScript (disebut ‘komponen’) yang bisa digunakan berulang kali untuk mendesain antarmuka pengguna.
Perlu diketahui bahwa ReactJS bukanlah framework JavaScript, karena hanya bertugas untuk untuk merender komponen area tampilan aplikasi. React adalah alternatif untuk framework seperti Angular dan Vue, yang sama-sama bisa digunakan untuk membuat fungsi yang kompleks.
Nah, selain menjelaskan apa itu React, kami akan membahas fitur, kelebihan, dan cara kerjanya. Kami juga akan membandingkan perbedaan ReactJS dan React Native terkait perannya di industri aplikasi web dan seluler.
C. Vue.JS
apa itu vue.Js
vue.JS merupakan sebuah framework JavaScript untuk membangun aplikasi web atau tampilan interface website agar lebih interaktif. VueJS dapat digunakan untuk membangun aplikasi berbasis user interface, seperti halaman web, aplikasi mobile, dan aplikasi desktop.
Framework ini juga menawarkan berbagai fitur, seperti reactive data binding, component-based architecture, dan tools untuk membangun aplikasi skalabel. Fitur utamanya adalah rendering dan komposisi elemen, sehingga bila pengguna hendak membuat aplikasi yang lebih kompleks akan membutuhkan routing, state management, template, build-tool, dan lain sebagainya.
Hal ini membuat VueJS populer di kalangan pengembang web yang mencari solusi yang mudah digunakan dan ringan untuk membangun aplikasi web yang berkualitas.
D. Laravel
apa itu laravel?
E.Symfony
apa itu Symfony?
Berikut adalah beberapa poin kunci yang menjelaskan apa itu Symfony
Komponen Modular: Symfony dirancang secara modular, yang berarti Anda dapat menggunakan komponen-komponennya secara terpisah tanpa harus mengadopsi keseluruhan framework. Ini memungkinkan fleksibilitas yang tinggi dalam pengembangan aplikasi, karena Anda dapat memilih komponen yang sesuai dengan kebutuhan proyek Anda.
Arsitektur MVC: Symfony mengikuti pola desain Model-View-Controller , yang memisahkan logika bisnis, presentasi, dan logika tampilan dari satu sama lain. Hal ini memudahkan pengembangan dan pemeliharaan kode.
Basis Data dan ORM: Symfony menyediakan dukungan yang kuat untuk bekerja dengan basis data melalui Doctrine ORM .
F. CODELGNIFER
apa itu codelgniter?
CodeIgniter merupakan framework PHP yang menggunakan arsitektur Model View Controller (MVC). Dalam kalimat yang lebih sederhana, CodeIgniter menggunakan komponen yang berbeda-beda untuk mengelola task development yang spesifik.
Metode yang ditawarkan CodeIgniter lebih disukai oleh para developer karena mereka bisa membuat serta mengembangkan aplikasi web yang mudah diskalakan tanpa menyita banyak ruang.
Kemudahan dalam pembelajaran dan penggunaan membuat CodeIgniter menjadi salah satu framework PHP terbaik bagi pemula. Kelebihan lainnya adalah informasi bantuan atau tutorial yang lengkap.
C. PHP NATIVE
PHP Native adalah pendekatan dalam pengembangan web app menggunakan bahasa pemrograman PHP tanpa bantuan dari framework atau library tambahan.
Dalam konteks ini, "native" mengacu pada esensi murni dari bahasa pemrograman PHP. Artinya, kode yang ditulis benar-benar berlandaskan pada fitur dan fungsi bawaan PHP tanpa tambahan dari sumber eksternal.
Penggunaan PHP Native sering kali memberikan kontrol penuh kepada developer atas kode miliknya, sehingga mereka bisa menyesuaikan aplikasi sesuai kebutuhan spesifik. Namun, ini juga berarti developer harus menulis lebih banyak kode serta memastikan semua aspek keamanan dan optimalisasi dikelola dengan benar.
Selain itu, PHP Native memberikan fleksibilitas untuk mengembangkan web app yang lebih personal dan bisa dikustomisasi. Kemampuan dalam membangun aplikasi dari nol dapat menghindari fungsionalitas yang tidak perlu
PHP native sendiri memiliki beberapa kelebihan dari pada framework diantaranya yaitu:
1. optimasi kerja(cenderung memliki loading time yang lebih cepat)
2. fleksibilitas dan kustomisai
3. mudah di pelajari
4. kontrol keamanan (keamanan dari PHP native sudah teruji)
5.kustomisasi web app
Meskipun pengembangan dengan PHP native memberikan fleksibilitas yang tinggi, namun pengembangan dengan menggunakan framework sering kali dapat mempercepat proses pengembangan, mengurangi kerja yang berulang, dan menyediakan berbagai fitur bawaan yang dapat digunakan pengembang. Oleh karena itu, pemilihan antara pengembangan dengan PHP native atau menggunakan framework umumnya bergantung pada kebutuhan spesifik proyek dan preferensi pengembang.
D. KESIMPULAN
Jadi, itulah pembahasan kali ini. Framework ini dapat diartikan sebagai kerangka kerja yang digunakan untuk mempermudah web developer dalam mengembangkan website. Banyak fungsi yang menguntungkan para developer jika ia menggunakan framework ini seperti dapat menghemat waktu dan biaya pembuatan aplikasi.
Kamu juga dapat menggunakan berbagai jenis framework sesuai dengan kebutuhanmu. Ada tiga jenis framework yang sering digunakan oleh para web developer, yaitu framework CSS, framework JavaScript, dan framework PHP. Masing-masing framework memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing ya, jadi pilihlah framework yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Komentar
Posting Komentar